MIDORI'S BLOG

Kamis, 06 Maret 2014

"PAPA" u are my hero

_Siapa yang paling jarang engkau hubungi ketika jauh dari kampung halaman?"PAPA"_Siapa yang paling sering engkau hubungi ketika hendak meminta uang bulanan dan uang SPP ?"PAPA"_Siapa yang rela menjemputmu dan sukarela menunggu mu hingga kantuk menghampirinya di depan tempat les ataupun di sekolah?"PAPA"_Siapa yang diam-diam menanyakan kabar mu lewat mama mu?"PAPA"_Siapa yang diam-diam mengamati gerak-gerikmu ketika engkau beranjak dewasa?"PAPA"

Pernah tidak kalian berpikir apa yang paling sering membuat mu terharu dan meneteskan airmata. Rasa kecewa, rasa belas kasih, ataukah perasaan amarah yang sering kali tak mampu terluapkan. Jauh dari itu ada hal yang sering membuat ku meneteskan airmata. Yah airmata yang seketika muncul ketika berhadapan dengan dua kata. DUA KATA yang entah sejak kapan hati ini selalu perih ketika mengingat DUA KATA itu. Kata "Mama" dan "Papa", dua insan manusia yang diciptakan Allah untuk merawat insan yang penuh gejolak ini. Insan yang senantiasa tak pernah lelah membimbing dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak nya. 



Teringat betul, rasa sakit yang begitu dalam ketika salah satu dari mereka harus dilarikan ke Rumah Sakit lantaran kondisi kesehatannya yang tidak begitu baik ketika sedang berada di kantor. Dan hal yang paling membuat ku sedih kejadian itu dirahasiakan dariku dan baru ku ketahui sekitar dua hari beliau terbaring lemah di RS. Hati anak mana yang tidak sedih ketika mengetahui sosok yang senantiasa berjuang mati-matian dalam hidupnya untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Sosok yang dalam diamnya mengandung beragam makna yang tersirat. Sosok yang nada suaranya terkadang dianggap berlebihan. Akan tetapi itulah dia, sosok yang lebih mementingkan memikirkan keluarganya ketimbang memikirkan urusan orang lain, sosok yang lebih memilih menyendiri ketika kesia-siaan ia jumpai dalam keramaian, sosok yang baru 3 kali ku lihat meneteskan airmata kesedihan, dan sosok yang tak suka dengan keribetan yang luar biasa, sosok yang dengan talenta nya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Begitu banyak karya yang engkau buatkan untuk kami keluarga kecilmu.Aku berjanji suatu saat nanti akan kuceritakan hal ini terhadap keturunan ku kelak.



Entah kapan waktu akan merebut mu dari ku. Namun harus ku sadari bahwa usia lambat laun merebut kekar mu dengan penyakit yang engkau derita, hitamnya rambut mu beralih menjadi helai demi helai rambut putih, halusnya kulitmu kini tampak keriput yang menyelimutinya. Aku sudah lupa kapan terakhir kali ku ucapkan kata sayang terhadapmu. Semoga saja perhatian ku mampu tergambarkan betapa bangga dan sayangnya anakmu ini terhadap sosok mu. Lelah mu terkadang tak kau nampakkan dihadapan ku. Bahkan terkadang luka yang kau dapati ketika sedang mengerjakan aset untuk masa depan anakmu, terkadang engkau tutup-tutupi lantaran tak ingin membuat ku khawatir dan melontarkan celotehan rentetan perhatian yang terkesan memarahimu. 
Ya Allah, ingin rasanya ku peluk sosok beliau dalam-dalam. Ingin ku dekap beliau lalu ku sampaikan curahan kasih sayang ku terhadapnya. Semoga saja sang pemilik waktu memberi ku waktu untuk berbakti dan menorehkan kebahagian terhadap beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar