Betul yang sering orang katakan bahwa "Engkau takkan pernah tau seberapa besar kemampuan mu sebelum engkau mencoba tantangan itu".
Yah tepatnya di awal musim panas tahun 2011 silam, sebuah keberuntungan menghampiriku. Sebuah impian yang dimana hampir semua teman-teman yang saat itu belajar bersama ku juga memiliki impian yang sama dengan ku. Negeri sakura merupakan negara yang sejak dulu ku ingin ku kunjungi. Namun ternyata dari sekian tahun memendam kesempatan itu pun datang juga.
Sebelum keberangkatan entah seberapa banyak pikiran ini galau dirundung perasaan yang tidak menentu. Hmmm,,,perasaan yang membuatku terkadang harus meneteskan air mata. Puluhan nasehat dari saudari-saudari teman seperjuangan ku di dunia Lembaga Kampus sampai ke telinga ku. Hingga entah angin apa yang memutuskan diri ini untuk berangkat ke salah satu negeri yang penduduknya non-muslim.
Dalam perjalan yang ku awali dengan pelukan hangat orang-orang terdekatku yang tentunya membuat ku berlinangan air mata perpisahan memikirkan alasan apa yang menjadi patokan diri ini untuk memutuskan berangkat ke negri Sakura.Semua terasa asing ketika pertama kali ku langkahkan kaki ini di negara tersebut. Tapi pada saat ku menuliskan ini, Jepang sudah bukan menjadi negeri impian ku lg.
Hari demi hari di negara yang sering disebut sebagai negara terbitnya matahari, ku lalui dengan berbagai macam penyesuaian budaya yang ku dapatkan sedikit bahkan jauh berbeda dengan negara ku Indonesia. Budaya antri, disiplin,jujur,bahkan budaya mengucapkan selamat tidur setelah kumpul-kumpul dan berdiskusi di malam hari yang menurut kebanyakan orang itu biasa tapi bagi ku ini sangat membekas.
Sebenarnya yang ingin ku utarakan dalam tulisan ku kali ini adalah bentuk pengalaman yang ku dapatkan dari negara Jepang. yah,,,tempat dimana seorang petugas bandara Haneda dengan cermatnya mengamati gerak-gerik ku. Awalnya sikapnya membuatku terheran bahkan bertanya-tanya dalam benak ku sendiri. Namun, pada akhirnya ku sadari bahwa ternyata mereka berbuat sedemikian rupa karena pakaian yang saat itu kugunakan termasuk aneh menurut mereka. Yaaa itu sich cuma menurut mereka, tpi menurut saya dan setiap kaum muslimin berpenampilan seperti itu merupakan sebuah identitas bagi kami para muslimah khususnya.
Dan tau tidak apa yang membuat ku semakin menjadi sorotan setiap petugas bandara yang melihat ku,,,hmmm kebetulan pada saat itu sudah masuk waktu magrib untuk wilayah Jepang. Tentunya sebagai ummat muslim yang tau betul akan kewajiban kita untuk senantiasa melaksanakan kewajiban kita untuk beribadah (sholat), membuat ku bergegas mengatur dan mengambil tempat yang pas untuk sholat. Dan ternyata hal ini membuat mereka semakin aneh dan terus memperhatikan gerak-gerik ku. Hal ini terbukti ketika selesai salam, kudapati wajah para petugas keamanan bandara berbisik-bisik sembari memperhatikan keanehan apalagi yang bakal ku lakukan . Eitssstapi inngat aneh bagi mereka karena mereka tidak terlalu tau atau bahkan tidak sama sekali tau tentang ISLAM.
Sepercik pengalaman yang ku dapatkan selama berada di negeri sakura itu, membuat ku semakin tau bahwa identitas sebagai seorang muslim itu mesti dipertahankan dimana pun kita berada. Saya tak mampu menimpali bahwa selama disana saya sangat kesulitan untuk mendapatkan tempat yang pas untuk sholat, jangankan mendapat tempat yang pas untuk sholat mendengar adzan pun tak pernah ku dapati selama disana terkecuali pada saat lagi internetan dan dengar pengingat waktu shalat dari aplikasi di HP ku. MasyaAllah begitu banyak cara yang Allah berikan terhadap hambaNya untuk bisa mengetahui seberapa taat kah hambaNya dalam bertauhid atasNya. Satu yang ku titipkan
___Jangan menjadikan keasingan sebagai alasan bagi dirimu untuk melonggarkan setiap konsekwensi dari buah Syahadat
أَشْهَدُ ألا إله الا الله و أشْهَدُ ان مُحَمدا رَسُوْل الله yang terpatri dalam iman mu. Tak peduli seberapa sukar engkau mendapatkan tempat sholat, tak peduli seberapa jenuh engkau memakan makanan yang sama dalam jangka waktu yang lama demi menjaga perut mu dari makanan haram, tak peduli seberapa ribet dan panasnya engkau berhijab syar'i di tengah-tengah orang yang memandang mu aneh, tak peduli seketat apa mereka mengamatimu lantaran disangka teroris. Ketahuilah Allah tentu punya cara tersendiri menilai diri hamba-hambaNya______
أَشْهَدُ ألا إله الا الله و أشْهَدُ ان مُحَمدا رَسُوْل الله yang terpatri dalam iman mu. Tak peduli seberapa sukar engkau mendapatkan tempat sholat, tak peduli seberapa jenuh engkau memakan makanan yang sama dalam jangka waktu yang lama demi menjaga perut mu dari makanan haram, tak peduli seberapa ribet dan panasnya engkau berhijab syar'i di tengah-tengah orang yang memandang mu aneh, tak peduli seketat apa mereka mengamatimu lantaran disangka teroris. Ketahuilah Allah tentu punya cara tersendiri menilai diri hamba-hambaNya______
بَدَأَ الإِسلامُ غريبًا، وسَيَعُودُ غريبًا كما بدَأَ ، فطُوبَى للغرباءِءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing”. (HR. Muslim)
