MIDORI'S BLOG

Kamis, 06 Maret 2014

Perlu diteliti lebih lanjut

"Hijab" Wanita Jepang: Amazukin & Okousozukin

Pernah melihat gambar wanita berkimono menggunakan hijab (penutup kepala)?
Atau pernah melihatnya di layar kaca acara drama kolosal?
Berarti wanita Jepang dahulu sama dong menutup aurat sampai berhijab?

Jangan heran, sesungguhnya penutup kepala yang saat ini dikenakan muslimah di seluruh dunia saat ini, bukanlah hal yang baru bagi orang Jepang. Terutama bagi kalangan sepuh ataupun pencinta kimono. Penutup kepala ini mereka kenal sejak zaman Kamakura disebut "Amazukin" dan zaman Meji taisho disebut: Okousozukin.

Zaman Kamakura (1185~1333) : Amazukin

Zaman kamakura, amazukin atau penutup kepala biasanya dipakai oleh para "Amba" (尼) atau biksuni.
Setelah menjalani masa pendidikan & pelepasan diri dari hal duniawi, para biksuni ini diharuskan menggunduli rambutnya atau memendekan rambut.

Kalaupun ada yang memilih memendekan rambut, para biksuni ini diwajibkan menutup kepala saat bertemu orang atau berada di depan khalayak ramai.

Warna Amazukin yang dikenakan ditetapkan yang tidak mencolok mata yaitu putih dan abu-abu. Warna putih paling mendominasi karena memiliki lambang suci ataupun bersih. Karena mereka sangat percaya orang-orang yang memilih jalan menjadi biksuni adalah wanita-wanita dengan akhlaq sempurna (baik).

Mungkin ada beberapa muslimah yang berhijab punya pengalaman pernah ditanya "obosan desuka?" (Rahib ya)? Jangan kaget, mungkin orang Jepang tersebut hanya ingin konfirmasi. Menilik sejarah Jepang, pakaian dengan hijab "amazukin" ini bukan barang baru. Biasanya mereka yang bertanya seperti ini, sedang mengagumi kita (ehem) dengan filosofi "wanita yang dapat tetap menjaga diri di tengah arus mordenisasi busana"

Zaman Meiji Taisho (1878) : Okousozukin

Berbeda dengan zaman kamakura, di zaman Meiji taisho ini dikenak penutup kepala yang bernama Okousozukin. Dikenakan pertama kali oleh wanita-wanita Jepang di daerah bersalju. Tujuan awal dari pemggunakan penutup kepala Okousozukin ini adalah untuk melindungi tubuh dari dinginnya salju.

Sesungguhnya kebiasaan memakai Okousozukin bagi wanita jepang di musim dingin telah dimulai sejak zaman Edo. Mereka yang memakai penutup kepala biasanya para samurai wanita. Untuk membedakan dengan pakaian perang dengan para samurai laki-laki.

Yang kemudian di zaman Meiji Taisho ini berkembang boleh dikenakan wanita siapa saja untuk melindungi dari dinginnya cuaca.

Dan Pada zaman Meiji Taisho ini pula Okousozukin berkembang pesat menjadi salah satu fashion saat di musim dingin. Mengenakan kimono saat musim dingin tidaklah lengkap tanpa tambahan fashion Okousozukin. Warna yang dikenakannya pun bebas, disesuaikan dengan kesukaan.

Penggunaan Okousozukin ini berkembang pesat, hingga orang-orang barat yang berkunjung ke Jepang pun tidak luput dari penggunakan fashion ini.

*****

Muslimah masih malu, bimbang atau enggan menggunakan hijab?

Sejarah Jepang menjadi salah satu bukti betapa fashionablenya penutup kepala.
Betapa terhormatnya orang yang mengenakan penutup kepala.
Yuk! Kita perlu bangga dengan identitas sebagai muslimah berhijab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar