ALLAH yang lebih tau..
Betul yang dikatakan bahwa Allah punya cara tersendiri menunjukkan mana yang terbaik untuk kita. Baik itu sesedih apa pun nantinya kita or sebahagia apa pun kita nantinya saat Allah memastikan jawaban atas pertanyaan kita selama ini. Jawaban atas doa mu, jawaban atas segala ketidakpastian dan keraguan mu selama ini. Allah akan tunjukkan semua, meski terkadang Allah menunjukkannya secara perlahan 1 demi 1 pun akan terkuak juga nantinya. Hmmm helaan nafas panjang ini sekaligus menumpahkan gejolak yang selama ini kupendam. Alhamdulillah, Allah menunjukkannya lebih cepat. Tersadar semua ini karena kehendak Allah tak akan membiarkan seorang hambanya hidup dalam ketidakpastian yang tak berujung. Boleh saja manusia berkata bahwa ini yang terbaik, ini yang paling pas, itu yang cocok. Namun tidak kah kita tau bahwa Allah yang lebih tau tentang semua ini. Manusia hanya mampu menilai yang tampak namun tak mampu menilai yang tidak kasat mata (hati).
Jauh beberapa tahun silam lembah kebohongan itu mulai merasuki diri ini. Perlahan namun pasti. Tapi toh akhirnya Allah menunjukkan jalan-Nya bahwa penilain manusia tidak ada bandingan akuratnya dengan penilaian Allah. Allah yang menciptakan manusia jadi tentu Allah yang lebih tau tentang mana yang terbaik untuk hamba-Nya.
Kecewa bercampur bahagia ini tentunya tak akan mampu ku padu padankan satu dengan yang lainya. Yah karena esensi dari kedua rasa ini berbeda. Meskipun terkadang penampakan luarnya seringkali sama yaitu air mata. Air mata yang merekah karena kesedihan or kekecewaan dan air mata kebahagian yang mengalir karena haru suka yang tak terbendungi. Tapi hari ini alias beberapa jam yang lalu Allah menguak sebuah jawaban yang kunanti-nanti dengan cara yang sedikit membuat ku tertegun,tertunduk, kecewa dan bahagia. Meski sebelumnya ku katakan kedua hal ini (bahagia dan kecewa) tak bisa dipadu padankan. Namun mampu kita rasakan dalam satu waktu sekaligus, hmmm seperti yang kurasakan saat jemari ini menyusuri keyboard menyusun 1 demi 1 huruf menjadi rangkaian kata dan kalimat.
Sulit memang, apa yang kudapati saat ini. Namun bertahan dan kembali tersadar itu sudah lebih cukup menutupi kekecewaan ku yang juga ku rasakan. Ternyata Allah memperlihatkan ini semua semata hanya ingin menunjukkan betapa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya itu cukup luas tak tertandingi. Dan hal ini pula yang membuatku mampu menyesali satu demi satu harapan bodoh ku yang berakhir hari ini. Harapan yang merona indah namun berdagingkan duri yang sangat tajam.
Tak ada yang bisa menebak, kapan kepastian yang kau tunggu sekian lama aka terjawab dengan 2 buah rasa yang berbeda disatukan dalam 1 waktu yang serentak dalam batin mu. Hmmm hampir saja ku menyerah hingga terhanyut namun sekali lagi Allah masih sayang terhadap diri ku dan Allah pula masih ingin menjaga ku dari bola liar kehidupan yang mengintai.
Beberapa jam yang lalu sebelum tulisan ini termuat. Seorang sahabat ku bercerita banyak tentang kehidupannya pasca pernikahannya. Alhamdulillah sekarang sudah punya seorang anak, dan InsyaAllah bulan 4 nanti dia sudah memiliki 2 orang anak. Curahan kehidupan keluarga kecil yang tersampaikan pun membuat ku mendapat begitu banyak pelajaran berharga. Entah ketika engkau berada di posisi ku, kalian berpendapat yang sama dengan ku.
Yah dan lagi, kudapati pelajaran berharga dari pembicaraan kami yang cukup lama melalui telpon seluler tersebut. Hanya mampu terdiam saat ku dapati ternyata pernikahan itu tak semudah mengucapkan kata cinta kepada pasangan mu. Namun pernikahan itu sekelumit sikap yang disatukan dari 2 buah pribadi yang berbeda, ibarat perahu dan nahkodanya yang mana satu dengan yang lainnya harus saling menjaga kepropesional dan fungsinya masing-masing. Sehingga dengan itu pelabuhan cinta yang terletak di jannah-Nya Allah akan turut menyambut mereka. Mengerti atau tidak,,,yang penting jemari ini menyalurkan apa yang sebenarnya ingin ku ungkapkan. hehehehe
Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar