# CATET..!!!! PENTING BAGI PARA JOMBLO #
DIAGRAM MEKANISME KHITBAH YANG BENAR:
Laki-laki Mendengar Fulan MempunYai Anak Gadis Yang,
(Cantik,Agamis,kaYa,Baik keturunanYa dll)Belum dilamar Orang Lain,,
-->Laki-laki Menemui Wali si Akhwat,menanYakan Perihal Si Akhwat
-->Wali Akhwat Menemui Si Akhwat MenanYakan Apakah Bersedia Menerima Ikhwan Yang Melamar Atau Menolak
--> Si Akhwat Mempertimbangkan Dari Segala Sisi dan Memberikan Peluang Kepada Ikhwan Untuk Nadzor
-->Wali si Akhwat Meminta Si Ikhwan datang Ke Rumah atau Tempat Yang disepakatai Untuk Menadzor PutrinYa
-->Wali Menemani Ikhwan Nadzor
-->Laki-laki Izin Pulang(Ya Iyalah Masak Mau Nginep)
-->Sang Akhwat Dan Ikhwan Saling Berfikir dan Mempertimbangkan SemuanYa
-->Akhwat Memberi Persetujuan Atau MenolaknYa
::Jika akhwat Menolak,Maka MekanismenYa Berhenti Sampai disini lho Ya..Jangan Di lanjutin,Tuh Berarti Si Akhwat Gak demen sama Ente.. ::
-->WalinYa Memberi Tahu si Ikhwan Kalau TernYata PutrinYa Setuju dan Sekaligus Si Ikhwan datang Untuk Membicarakan Kapan Khitbah(Meminang)
-->Ikhwan datang Bersama KeluarganYa Kalau Masih Hidup,Kalau sudah Wafat Ya Bawa saja Abang atau Adik,Sendirian Juga Boleh..
-->Akhwat dan walinYa Boleh Berbincang sa'at di Khitbah dengan si Ikhwan,di Ruang Tamu..(Kalau Rumah si Akhwat Kecil Gak ada Ruang Tamu,di dapur Juga Siip Kok)
-->Khitbah Tidak Perlu Memakai cincin,Cukup Diutarakan saja MaksudnYa,kalau Gak Sanggup Ngomong sendirian Ma camer(Calon Mertua) Ya Minta Ayah atau Abang atau Paman Untuk Bicara(Grogi nih...:D)
-->Hari H Untuk Ijab qabul disepakati,,
-->Jangan Lupa,Ta'at Ma Ulil Mari,Urus Surat Nikah,Dll Undang Pak KUA Juga sebagai Saksi,Bukan Wali..
--> Adakan walimah Karna HukumnYa wajib Sebagaimana dikatakan sebagian ulama, Paling Bagus 3 Hari,Boleh dirumah Ente atau di Rumah Istri Ente..
-->Pisahkan Tamu Laki-laki dan Tamu Wanita..
-->Aminkan do'a Orang Yang Berdo'a"Baarakallahu Lak,Wa baaraka alaik,wajama'a Bainakuma fi Khairin..
--> After That,Kalau ente Masih Juga Butuh Bimbingan Beli Buku Sutra Ungu karYa abu Umar Basyier..
DIAGRAM MEKANISME KHITBAH YANG KELIRU:
--> Laki-laki Melihat Wanita cantik dijalan atau di Tempat lain Yang dikenal
-->Mereka Nadzor-Nadzoran dan Ta'aruf-ta'arufan,TempatnYa Juga Tempat-Tempatan(eh Tempat Beneran loh Ya :))
--> Si Akhwat Keseng sem sama si Ikhwan
--> Si Ikhwan Kepincut sama si Akhwat
--> Si Akhwat Minta Izin Ma Bapake
--> Bapake Kaget dan Marah Bapake Rak Setuju;
IbunYa tanYa,Ada apa Tho Pak,,?
Gak Bu,ni Lho Anakmu Gadis Kebelet Kawin,KatanYa ada Ikhwan Yang Mau Nglamar,Bapak Takut,Jangan-Jangan Alien dari Planet Mars..
--> Si Akhwat Galau,si Ikhwan Kacau
--> Si akhwat Janjian Ma Ikhwan Akan saling sabar Menunggu dan sampai Si Bapake ngasih Izin..
--> Si Akhwat dan si Ikhwan Jatuh Kedalam dosa Maksiyat dan Pacaran..
Allahul Musta'an..
--------------
Selamat mencoba. Pastikan sesuai dengan mekanisme pertama.
Via Aly Raihan El-Mishry
MIDORI'S BLOG
Kamis, 06 Maret 2014
Perlu diteliti lebih lanjut
"Hijab" Wanita Jepang: Amazukin & Okousozukin
Pernah melihat gambar wanita berkimono menggunakan hijab (penutup kepala)?
Atau pernah melihatnya di layar kaca acara drama kolosal?
Berarti wanita Jepang dahulu sama dong menutup aurat sampai berhijab?
Jangan heran, sesungguhnya penutup kepala yang saat ini dikenakan muslimah di seluruh dunia saat ini, bukanlah hal yang baru bagi orang Jepang. Terutama bagi kalangan sepuh ataupun pencinta kimono. Penutup kepala ini mereka kenal sejak zaman Kamakura disebut "Amazukin" dan zaman Meji taisho disebut: Okousozukin.
Zaman Kamakura (1185~1333) : Amazukin
Zaman kamakura, amazukin atau penutup kepala biasanya dipakai oleh para "Amba" (尼) atau biksuni.
Setelah menjalani masa pendidikan & pelepasan diri dari hal duniawi, para biksuni ini diharuskan menggunduli rambutnya atau memendekan rambut.
Kalaupun ada yang memilih memendekan rambut, para biksuni ini diwajibkan menutup kepala saat bertemu orang atau berada di depan khalayak ramai.
Warna Amazukin yang dikenakan ditetapkan yang tidak mencolok mata yaitu putih dan abu-abu. Warna putih paling mendominasi karena memiliki lambang suci ataupun bersih. Karena mereka sangat percaya orang-orang yang memilih jalan menjadi biksuni adalah wanita-wanita dengan akhlaq sempurna (baik).
Mungkin ada beberapa muslimah yang berhijab punya pengalaman pernah ditanya "obosan desuka?" (Rahib ya)? Jangan kaget, mungkin orang Jepang tersebut hanya ingin konfirmasi. Menilik sejarah Jepang, pakaian dengan hijab "amazukin" ini bukan barang baru. Biasanya mereka yang bertanya seperti ini, sedang mengagumi kita (ehem) dengan filosofi "wanita yang dapat tetap menjaga diri di tengah arus mordenisasi busana"
Zaman Meiji Taisho (1878) : Okousozukin
Berbeda dengan zaman kamakura, di zaman Meiji taisho ini dikenak penutup kepala yang bernama Okousozukin. Dikenakan pertama kali oleh wanita-wanita Jepang di daerah bersalju. Tujuan awal dari pemggunakan penutup kepala Okousozukin ini adalah untuk melindungi tubuh dari dinginnya salju.
Sesungguhnya kebiasaan memakai Okousozukin bagi wanita jepang di musim dingin telah dimulai sejak zaman Edo. Mereka yang memakai penutup kepala biasanya para samurai wanita. Untuk membedakan dengan pakaian perang dengan para samurai laki-laki.
Yang kemudian di zaman Meiji Taisho ini berkembang boleh dikenakan wanita siapa saja untuk melindungi dari dinginnya cuaca.
Dan Pada zaman Meiji Taisho ini pula Okousozukin berkembang pesat menjadi salah satu fashion saat di musim dingin. Mengenakan kimono saat musim dingin tidaklah lengkap tanpa tambahan fashion Okousozukin. Warna yang dikenakannya pun bebas, disesuaikan dengan kesukaan.
Penggunaan Okousozukin ini berkembang pesat, hingga orang-orang barat yang berkunjung ke Jepang pun tidak luput dari penggunakan fashion ini.
*****
Muslimah masih malu, bimbang atau enggan menggunakan hijab?
Sejarah Jepang menjadi salah satu bukti betapa fashionablenya penutup kepala.
Betapa terhormatnya orang yang mengenakan penutup kepala.
Yuk! Kita perlu bangga dengan identitas sebagai muslimah berhijab.
Pernah melihat gambar wanita berkimono menggunakan hijab (penutup kepala)?
Atau pernah melihatnya di layar kaca acara drama kolosal?
Berarti wanita Jepang dahulu sama dong menutup aurat sampai berhijab?
Jangan heran, sesungguhnya penutup kepala yang saat ini dikenakan muslimah di seluruh dunia saat ini, bukanlah hal yang baru bagi orang Jepang. Terutama bagi kalangan sepuh ataupun pencinta kimono. Penutup kepala ini mereka kenal sejak zaman Kamakura disebut "Amazukin" dan zaman Meji taisho disebut: Okousozukin.
Zaman Kamakura (1185~1333) : Amazukin
Zaman kamakura, amazukin atau penutup kepala biasanya dipakai oleh para "Amba" (尼) atau biksuni.
Setelah menjalani masa pendidikan & pelepasan diri dari hal duniawi, para biksuni ini diharuskan menggunduli rambutnya atau memendekan rambut.
Kalaupun ada yang memilih memendekan rambut, para biksuni ini diwajibkan menutup kepala saat bertemu orang atau berada di depan khalayak ramai.
Warna Amazukin yang dikenakan ditetapkan yang tidak mencolok mata yaitu putih dan abu-abu. Warna putih paling mendominasi karena memiliki lambang suci ataupun bersih. Karena mereka sangat percaya orang-orang yang memilih jalan menjadi biksuni adalah wanita-wanita dengan akhlaq sempurna (baik).
Mungkin ada beberapa muslimah yang berhijab punya pengalaman pernah ditanya "obosan desuka?" (Rahib ya)? Jangan kaget, mungkin orang Jepang tersebut hanya ingin konfirmasi. Menilik sejarah Jepang, pakaian dengan hijab "amazukin" ini bukan barang baru. Biasanya mereka yang bertanya seperti ini, sedang mengagumi kita (ehem) dengan filosofi "wanita yang dapat tetap menjaga diri di tengah arus mordenisasi busana"
Zaman Meiji Taisho (1878) : Okousozukin
Berbeda dengan zaman kamakura, di zaman Meiji taisho ini dikenak penutup kepala yang bernama Okousozukin. Dikenakan pertama kali oleh wanita-wanita Jepang di daerah bersalju. Tujuan awal dari pemggunakan penutup kepala Okousozukin ini adalah untuk melindungi tubuh dari dinginnya salju.
Sesungguhnya kebiasaan memakai Okousozukin bagi wanita jepang di musim dingin telah dimulai sejak zaman Edo. Mereka yang memakai penutup kepala biasanya para samurai wanita. Untuk membedakan dengan pakaian perang dengan para samurai laki-laki.
Yang kemudian di zaman Meiji Taisho ini berkembang boleh dikenakan wanita siapa saja untuk melindungi dari dinginnya cuaca.
Dan Pada zaman Meiji Taisho ini pula Okousozukin berkembang pesat menjadi salah satu fashion saat di musim dingin. Mengenakan kimono saat musim dingin tidaklah lengkap tanpa tambahan fashion Okousozukin. Warna yang dikenakannya pun bebas, disesuaikan dengan kesukaan.
Penggunaan Okousozukin ini berkembang pesat, hingga orang-orang barat yang berkunjung ke Jepang pun tidak luput dari penggunakan fashion ini.
*****
Muslimah masih malu, bimbang atau enggan menggunakan hijab?
Sejarah Jepang menjadi salah satu bukti betapa fashionablenya penutup kepala.
Betapa terhormatnya orang yang mengenakan penutup kepala.
Yuk! Kita perlu bangga dengan identitas sebagai muslimah berhijab.
"PAPA" u are my hero
_Siapa yang paling jarang engkau hubungi ketika jauh dari kampung halaman?"PAPA"_Siapa yang paling sering engkau hubungi ketika hendak meminta uang bulanan dan uang SPP ?"PAPA"_Siapa yang rela menjemputmu dan sukarela menunggu mu hingga kantuk menghampirinya di depan tempat les ataupun di sekolah?"PAPA"_Siapa yang diam-diam menanyakan kabar mu lewat mama mu?"PAPA"_Siapa yang diam-diam mengamati gerak-gerikmu ketika engkau beranjak dewasa?"PAPA"
Pernah tidak kalian berpikir apa yang paling sering membuat mu terharu dan meneteskan airmata. Rasa kecewa, rasa belas kasih, ataukah perasaan amarah yang sering kali tak mampu terluapkan. Jauh dari itu ada hal yang sering membuat ku meneteskan airmata. Yah airmata yang seketika muncul ketika berhadapan dengan dua kata. DUA KATA yang entah sejak kapan hati ini selalu perih ketika mengingat DUA KATA itu. Kata "Mama" dan "Papa", dua insan manusia yang diciptakan Allah untuk merawat insan yang penuh gejolak ini. Insan yang senantiasa tak pernah lelah membimbing dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak nya.
Teringat betul, rasa sakit yang begitu dalam ketika salah satu dari mereka harus dilarikan ke Rumah Sakit lantaran kondisi kesehatannya yang tidak begitu baik ketika sedang berada di kantor. Dan hal yang paling membuat ku sedih kejadian itu dirahasiakan dariku dan baru ku ketahui sekitar dua hari beliau terbaring lemah di RS. Hati anak mana yang tidak sedih ketika mengetahui sosok yang senantiasa berjuang mati-matian dalam hidupnya untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Sosok yang dalam diamnya mengandung beragam makna yang tersirat. Sosok yang nada suaranya terkadang dianggap berlebihan. Akan tetapi itulah dia, sosok yang lebih mementingkan memikirkan keluarganya ketimbang memikirkan urusan orang lain, sosok yang lebih memilih menyendiri ketika kesia-siaan ia jumpai dalam keramaian, sosok yang baru 3 kali ku lihat meneteskan airmata kesedihan, dan sosok yang tak suka dengan keribetan yang luar biasa, sosok yang dengan talenta nya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Begitu banyak karya yang engkau buatkan untuk kami keluarga kecilmu.Aku berjanji suatu saat nanti akan kuceritakan hal ini terhadap keturunan ku kelak.
Entah kapan waktu akan merebut mu dari ku. Namun harus ku sadari bahwa usia lambat laun merebut kekar mu dengan penyakit yang engkau derita, hitamnya rambut mu beralih menjadi helai demi helai rambut putih, halusnya kulitmu kini tampak keriput yang menyelimutinya. Aku sudah lupa kapan terakhir kali ku ucapkan kata sayang terhadapmu. Semoga saja perhatian ku mampu tergambarkan betapa bangga dan sayangnya anakmu ini terhadap sosok mu. Lelah mu terkadang tak kau nampakkan dihadapan ku. Bahkan terkadang luka yang kau dapati ketika sedang mengerjakan aset untuk masa depan anakmu, terkadang engkau tutup-tutupi lantaran tak ingin membuat ku khawatir dan melontarkan celotehan rentetan perhatian yang terkesan memarahimu.
Ya Allah, ingin rasanya ku peluk sosok beliau dalam-dalam. Ingin ku dekap beliau lalu ku sampaikan curahan kasih sayang ku terhadapnya. Semoga saja sang pemilik waktu memberi ku waktu untuk berbakti dan menorehkan kebahagian terhadap beliau.
Langganan:
Komentar (Atom)
