MIDORI'S BLOG

Selasa, 05 Agustus 2014

Allah tak pernah abai akan usaha hamba-Nya

"ORANG YANG TERLALU PESIMIS DENGAN MASA DEPAN ORANG LAIN"

Akan ada masa dimana kita dipandang sebelah mata oleh orang lain,meskipun tak semua orang mengalaminya. Dengan seenak jidatnya menggambarkan kehidupan kita kelak. Hmmm entah apa yang terbesit sehingga terkadang manusia merasa jauh lebih tau tentang masa depan ketimbang sang Pencipta bumi dan langit nan lusa ini dengan seisinya. Hal yang lumrah ketika kita berada diposisi orang yang terpesimisi masa depannya oleh orang lain menaruh luka bahkan rasa cambuk yang dahsyat untuk tetap menutup telinga dan berkata dalam hati "Engkau terlalu dangkal menilai kemampuan ku sebab engkau belum tau seberapa besar usaha ku"....Gagah nian kata-kata itu. Berharap setiap yang berada diposisi ini paling tidak mampu berpikir seperti kalimat nan gagah tadi.

Suatu pencapaian kita di masa depan bukanlah ditentukan oleh seberapa banyaknya orang berpikir "0" terhadap masa depan kita. Tetapi pencapaian kita kelak adalah ditentukan oleh seberapa besar doa dan usahamu untuk mencapai masa depan yang terimpikan. Jangan mudah menyerah dengan hanya mendengar perkataan atau pendapat orang lain tentang usaha mu. Cukup kita tersenyum dan dengan penuh pengharapan kepada Allah agar dibukakan jalan. INGAT !! Kita tak mesti kaya dulu baru dikatakan berhasil,namun bermanfaat bagi orang lain jauh lebih sederhana mengantarkan kita kepada keberhasilan yang hakiki.


Ditulis di penghujung malam Selasa,bersama setoples kue cokelat buatan mama.

Kamis, 06 Maret 2014

J_O_D_O_H

# CATET..!!!! PENTING BAGI PARA JOMBLO #

DIAGRAM MEKANISME KHITBAH YANG BENAR:

Laki-laki Mendengar Fulan MempunYai Anak Gadis Yang,
(Cantik,Agamis,kaYa,Baik keturunanYa dll)Belum dilamar Orang Lain,,

-->Laki-laki Menemui Wali si Akhwat,menanYakan Perihal Si Akhwat

-->Wali Akhwat Menemui Si Akhwat MenanYakan Apakah Bersedia Menerima Ikhwan Yang Melamar Atau Menolak

--> Si Akhwat Mempertimbangkan Dari Segala Sisi dan Memberikan Peluang Kepada Ikhwan Untuk Nadzor

-->Wali si Akhwat Meminta Si Ikhwan datang Ke Rumah atau Tempat Yang disepakatai Untuk Menadzor PutrinYa

-->Wali Menemani Ikhwan Nadzor

-->Laki-laki Izin Pulang(Ya Iyalah Masak Mau Nginep)

-->Sang Akhwat Dan Ikhwan Saling Berfikir dan Mempertimbangkan SemuanYa

-->Akhwat Memberi Persetujuan Atau MenolaknYa
::Jika akhwat Menolak,Maka MekanismenYa Berhenti Sampai disini lho Ya..Jangan Di lanjutin,Tuh Berarti Si Akhwat Gak demen sama Ente.. ::

-->WalinYa Memberi Tahu si Ikhwan Kalau TernYata PutrinYa Setuju dan Sekaligus Si Ikhwan datang Untuk Membicarakan Kapan Khitbah(Meminang)

-->Ikhwan datang Bersama KeluarganYa Kalau Masih Hidup,Kalau sudah Wafat Ya Bawa saja Abang atau Adik,Sendirian Juga Boleh..

-->Akhwat dan walinYa Boleh Berbincang sa'at di Khitbah dengan si Ikhwan,di Ruang Tamu..(Kalau Rumah si Akhwat Kecil Gak ada Ruang Tamu,di dapur Juga Siip Kok)

-->Khitbah Tidak Perlu Memakai cincin,Cukup Diutarakan saja MaksudnYa,kalau Gak Sanggup Ngomong sendirian Ma camer(Calon Mertua) Ya Minta Ayah atau Abang atau Paman Untuk Bicara(Grogi nih...:D)

-->Hari H Untuk Ijab qabul disepakati,,

-->Jangan Lupa,Ta'at Ma Ulil Mari,Urus Surat Nikah,Dll Undang Pak KUA Juga sebagai Saksi,Bukan Wali..

--> Adakan walimah Karna HukumnYa wajib Sebagaimana dikatakan sebagian ulama, Paling Bagus 3 Hari,Boleh dirumah Ente atau di Rumah Istri Ente..

-->Pisahkan Tamu Laki-laki dan Tamu Wanita..

-->Aminkan do'a Orang Yang Berdo'a"Baarakallahu Lak,Wa baaraka alaik,wajama'a Bainakuma fi Khairin..

--> After That,Kalau ente Masih Juga Butuh Bimbingan Beli Buku Sutra Ungu karYa abu Umar Basyier..

DIAGRAM MEKANISME KHITBAH YANG KELIRU:

--> Laki-laki Melihat Wanita cantik dijalan atau di Tempat lain Yang dikenal

-->Mereka Nadzor-Nadzoran dan Ta'aruf-ta'arufan,TempatnYa Juga Tempat-Tempatan(eh Tempat Beneran loh Ya :))

--> Si Akhwat Keseng sem sama si Ikhwan 

--> Si Ikhwan Kepincut sama si Akhwat

--> Si Akhwat Minta Izin Ma Bapake

--> Bapake Kaget dan Marah Bapake Rak Setuju;
IbunYa tanYa,Ada apa Tho Pak,,?

Gak Bu,ni Lho Anakmu Gadis Kebelet Kawin,KatanYa ada Ikhwan Yang Mau Nglamar,Bapak Takut,Jangan-Jangan Alien dari Planet Mars..

--> Si Akhwat Galau,si Ikhwan Kacau

--> Si akhwat Janjian Ma Ikhwan Akan saling sabar Menunggu dan sampai Si Bapake ngasih Izin..

--> Si Akhwat dan si Ikhwan Jatuh Kedalam dosa Maksiyat dan Pacaran..

Allahul Musta'an..

--------------
Selamat mencoba. Pastikan sesuai dengan mekanisme pertama.

Via Aly Raihan El-Mishry

Perlu diteliti lebih lanjut

"Hijab" Wanita Jepang: Amazukin & Okousozukin

Pernah melihat gambar wanita berkimono menggunakan hijab (penutup kepala)?
Atau pernah melihatnya di layar kaca acara drama kolosal?
Berarti wanita Jepang dahulu sama dong menutup aurat sampai berhijab?

Jangan heran, sesungguhnya penutup kepala yang saat ini dikenakan muslimah di seluruh dunia saat ini, bukanlah hal yang baru bagi orang Jepang. Terutama bagi kalangan sepuh ataupun pencinta kimono. Penutup kepala ini mereka kenal sejak zaman Kamakura disebut "Amazukin" dan zaman Meji taisho disebut: Okousozukin.

Zaman Kamakura (1185~1333) : Amazukin

Zaman kamakura, amazukin atau penutup kepala biasanya dipakai oleh para "Amba" (尼) atau biksuni.
Setelah menjalani masa pendidikan & pelepasan diri dari hal duniawi, para biksuni ini diharuskan menggunduli rambutnya atau memendekan rambut.

Kalaupun ada yang memilih memendekan rambut, para biksuni ini diwajibkan menutup kepala saat bertemu orang atau berada di depan khalayak ramai.

Warna Amazukin yang dikenakan ditetapkan yang tidak mencolok mata yaitu putih dan abu-abu. Warna putih paling mendominasi karena memiliki lambang suci ataupun bersih. Karena mereka sangat percaya orang-orang yang memilih jalan menjadi biksuni adalah wanita-wanita dengan akhlaq sempurna (baik).

Mungkin ada beberapa muslimah yang berhijab punya pengalaman pernah ditanya "obosan desuka?" (Rahib ya)? Jangan kaget, mungkin orang Jepang tersebut hanya ingin konfirmasi. Menilik sejarah Jepang, pakaian dengan hijab "amazukin" ini bukan barang baru. Biasanya mereka yang bertanya seperti ini, sedang mengagumi kita (ehem) dengan filosofi "wanita yang dapat tetap menjaga diri di tengah arus mordenisasi busana"

Zaman Meiji Taisho (1878) : Okousozukin

Berbeda dengan zaman kamakura, di zaman Meiji taisho ini dikenak penutup kepala yang bernama Okousozukin. Dikenakan pertama kali oleh wanita-wanita Jepang di daerah bersalju. Tujuan awal dari pemggunakan penutup kepala Okousozukin ini adalah untuk melindungi tubuh dari dinginnya salju.

Sesungguhnya kebiasaan memakai Okousozukin bagi wanita jepang di musim dingin telah dimulai sejak zaman Edo. Mereka yang memakai penutup kepala biasanya para samurai wanita. Untuk membedakan dengan pakaian perang dengan para samurai laki-laki.

Yang kemudian di zaman Meiji Taisho ini berkembang boleh dikenakan wanita siapa saja untuk melindungi dari dinginnya cuaca.

Dan Pada zaman Meiji Taisho ini pula Okousozukin berkembang pesat menjadi salah satu fashion saat di musim dingin. Mengenakan kimono saat musim dingin tidaklah lengkap tanpa tambahan fashion Okousozukin. Warna yang dikenakannya pun bebas, disesuaikan dengan kesukaan.

Penggunaan Okousozukin ini berkembang pesat, hingga orang-orang barat yang berkunjung ke Jepang pun tidak luput dari penggunakan fashion ini.

*****

Muslimah masih malu, bimbang atau enggan menggunakan hijab?

Sejarah Jepang menjadi salah satu bukti betapa fashionablenya penutup kepala.
Betapa terhormatnya orang yang mengenakan penutup kepala.
Yuk! Kita perlu bangga dengan identitas sebagai muslimah berhijab.

"PAPA" u are my hero

_Siapa yang paling jarang engkau hubungi ketika jauh dari kampung halaman?"PAPA"_Siapa yang paling sering engkau hubungi ketika hendak meminta uang bulanan dan uang SPP ?"PAPA"_Siapa yang rela menjemputmu dan sukarela menunggu mu hingga kantuk menghampirinya di depan tempat les ataupun di sekolah?"PAPA"_Siapa yang diam-diam menanyakan kabar mu lewat mama mu?"PAPA"_Siapa yang diam-diam mengamati gerak-gerikmu ketika engkau beranjak dewasa?"PAPA"

Pernah tidak kalian berpikir apa yang paling sering membuat mu terharu dan meneteskan airmata. Rasa kecewa, rasa belas kasih, ataukah perasaan amarah yang sering kali tak mampu terluapkan. Jauh dari itu ada hal yang sering membuat ku meneteskan airmata. Yah airmata yang seketika muncul ketika berhadapan dengan dua kata. DUA KATA yang entah sejak kapan hati ini selalu perih ketika mengingat DUA KATA itu. Kata "Mama" dan "Papa", dua insan manusia yang diciptakan Allah untuk merawat insan yang penuh gejolak ini. Insan yang senantiasa tak pernah lelah membimbing dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak nya. 



Teringat betul, rasa sakit yang begitu dalam ketika salah satu dari mereka harus dilarikan ke Rumah Sakit lantaran kondisi kesehatannya yang tidak begitu baik ketika sedang berada di kantor. Dan hal yang paling membuat ku sedih kejadian itu dirahasiakan dariku dan baru ku ketahui sekitar dua hari beliau terbaring lemah di RS. Hati anak mana yang tidak sedih ketika mengetahui sosok yang senantiasa berjuang mati-matian dalam hidupnya untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Sosok yang dalam diamnya mengandung beragam makna yang tersirat. Sosok yang nada suaranya terkadang dianggap berlebihan. Akan tetapi itulah dia, sosok yang lebih mementingkan memikirkan keluarganya ketimbang memikirkan urusan orang lain, sosok yang lebih memilih menyendiri ketika kesia-siaan ia jumpai dalam keramaian, sosok yang baru 3 kali ku lihat meneteskan airmata kesedihan, dan sosok yang tak suka dengan keribetan yang luar biasa, sosok yang dengan talenta nya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Begitu banyak karya yang engkau buatkan untuk kami keluarga kecilmu.Aku berjanji suatu saat nanti akan kuceritakan hal ini terhadap keturunan ku kelak.



Entah kapan waktu akan merebut mu dari ku. Namun harus ku sadari bahwa usia lambat laun merebut kekar mu dengan penyakit yang engkau derita, hitamnya rambut mu beralih menjadi helai demi helai rambut putih, halusnya kulitmu kini tampak keriput yang menyelimutinya. Aku sudah lupa kapan terakhir kali ku ucapkan kata sayang terhadapmu. Semoga saja perhatian ku mampu tergambarkan betapa bangga dan sayangnya anakmu ini terhadap sosok mu. Lelah mu terkadang tak kau nampakkan dihadapan ku. Bahkan terkadang luka yang kau dapati ketika sedang mengerjakan aset untuk masa depan anakmu, terkadang engkau tutup-tutupi lantaran tak ingin membuat ku khawatir dan melontarkan celotehan rentetan perhatian yang terkesan memarahimu. 
Ya Allah, ingin rasanya ku peluk sosok beliau dalam-dalam. Ingin ku dekap beliau lalu ku sampaikan curahan kasih sayang ku terhadapnya. Semoga saja sang pemilik waktu memberi ku waktu untuk berbakti dan menorehkan kebahagian terhadap beliau.

Kamis, 20 Februari 2014

Pilihan ALLAH tentu lebih baik dari pilihan Manusia



ALLAH yang lebih tau..
Betul yang dikatakan bahwa Allah punya cara tersendiri menunjukkan mana yang terbaik untuk kita. Baik itu sesedih apa pun nantinya kita or sebahagia apa pun kita nantinya saat Allah memastikan jawaban atas pertanyaan kita selama ini. Jawaban atas doa mu, jawaban atas segala ketidakpastian dan keraguan mu selama ini. Allah akan tunjukkan semua, meski terkadang Allah menunjukkannya secara perlahan 1 demi 1 pun akan terkuak juga nantinya. Hmmm helaan nafas panjang ini sekaligus menumpahkan gejolak yang selama ini kupendam. Alhamdulillah, Allah menunjukkannya lebih cepat. Tersadar semua ini karena kehendak Allah tak akan membiarkan seorang hambanya hidup dalam ketidakpastian yang tak berujung. Boleh saja manusia berkata bahwa ini yang terbaik, ini yang paling pas, itu yang cocok. Namun tidak kah kita tau bahwa Allah yang lebih tau tentang semua ini. Manusia hanya mampu menilai yang tampak namun tak mampu menilai yang tidak kasat mata (hati). 

Jauh beberapa tahun silam lembah kebohongan itu mulai merasuki diri ini. Perlahan namun pasti. Tapi toh akhirnya Allah menunjukkan jalan-Nya bahwa penilain manusia tidak ada bandingan akuratnya dengan penilaian Allah. Allah yang menciptakan manusia jadi tentu Allah yang lebih tau tentang mana yang terbaik untuk hamba-Nya.

Kecewa bercampur bahagia ini tentunya tak akan mampu ku padu padankan satu dengan yang lainya. Yah karena esensi dari kedua rasa ini berbeda. Meskipun terkadang penampakan luarnya seringkali sama yaitu air mata. Air mata yang merekah karena kesedihan or kekecewaan dan air mata kebahagian yang mengalir karena haru suka yang tak terbendungi. Tapi hari ini alias beberapa jam yang lalu Allah menguak sebuah jawaban yang kunanti-nanti dengan cara yang sedikit membuat ku tertegun,tertunduk, kecewa dan bahagia. Meski sebelumnya ku katakan kedua hal ini (bahagia dan kecewa) tak bisa dipadu padankan. Namun mampu kita rasakan dalam satu waktu sekaligus, hmmm seperti yang kurasakan saat jemari ini menyusuri keyboard menyusun 1 demi 1 huruf menjadi rangkaian kata dan kalimat.

Sulit memang, apa yang kudapati saat ini. Namun bertahan dan kembali tersadar itu sudah lebih cukup menutupi kekecewaan ku yang juga ku rasakan. Ternyata Allah memperlihatkan ini semua semata hanya ingin menunjukkan betapa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya itu cukup luas tak tertandingi. Dan hal ini pula yang membuatku mampu menyesali satu demi satu harapan bodoh ku yang berakhir hari ini. Harapan yang merona indah namun berdagingkan duri yang sangat tajam. 

Tak ada yang bisa menebak, kapan kepastian yang kau tunggu sekian lama aka terjawab dengan 2 buah rasa yang berbeda disatukan dalam 1 waktu yang serentak dalam batin mu. Hmmm hampir saja ku menyerah hingga terhanyut namun sekali lagi Allah masih sayang terhadap diri ku dan Allah pula masih ingin menjaga ku dari bola liar kehidupan yang mengintai.

Beberapa jam yang lalu sebelum tulisan ini termuat. Seorang sahabat ku bercerita banyak tentang kehidupannya pasca pernikahannya. Alhamdulillah sekarang sudah punya seorang anak, dan InsyaAllah bulan 4 nanti dia sudah memiliki 2 orang anak. Curahan kehidupan keluarga kecil yang tersampaikan pun membuat ku mendapat begitu banyak pelajaran berharga. Entah ketika engkau berada di posisi ku, kalian berpendapat yang sama dengan ku. 

Yah dan lagi, kudapati pelajaran berharga dari pembicaraan kami yang cukup lama melalui telpon seluler tersebut. Hanya mampu terdiam saat ku dapati ternyata pernikahan itu tak semudah mengucapkan kata cinta kepada pasangan mu. Namun pernikahan itu sekelumit sikap yang disatukan dari 2 buah pribadi yang berbeda, ibarat perahu dan nahkodanya yang mana satu dengan yang lainnya harus saling menjaga kepropesional dan fungsinya masing-masing. Sehingga dengan itu pelabuhan cinta yang terletak di jannah-Nya Allah akan turut menyambut mereka. Mengerti atau tidak,,,yang penting jemari ini menyalurkan apa yang sebenarnya ingin ku ungkapkan. hehehehe

Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”


Senin, 25 November 2013

KU BAWA IDENTITAS KU KE NEGERI SAKURA

Betul yang sering orang katakan bahwa "Engkau takkan pernah tau seberapa besar kemampuan mu sebelum engkau mencoba tantangan itu".

Yah tepatnya di awal musim panas tahun 2011 silam, sebuah keberuntungan menghampiriku. Sebuah impian yang dimana hampir semua teman-teman yang saat itu belajar bersama ku juga memiliki impian yang sama dengan ku. Negeri sakura merupakan negara yang sejak dulu ku ingin ku kunjungi. Namun ternyata dari sekian tahun memendam kesempatan itu pun datang juga. 

Sebelum keberangkatan entah seberapa banyak pikiran ini galau dirundung perasaan yang tidak menentu. Hmmm,,,perasaan yang membuatku terkadang harus meneteskan air mata. Puluhan nasehat dari saudari-saudari teman seperjuangan ku di dunia Lembaga Kampus sampai ke telinga ku. Hingga entah angin apa yang memutuskan diri ini untuk berangkat ke salah satu negeri yang penduduknya non-muslim.

Dalam perjalan yang ku awali dengan pelukan hangat orang-orang terdekatku yang tentunya membuat ku berlinangan air mata perpisahan memikirkan alasan apa yang menjadi patokan diri ini untuk memutuskan berangkat ke negri Sakura.Semua terasa asing ketika pertama kali ku langkahkan kaki ini di negara tersebut. Tapi pada saat ku menuliskan ini, Jepang sudah bukan menjadi negeri impian ku lg. 

Hari demi hari di negara yang sering disebut sebagai negara terbitnya matahari, ku lalui dengan berbagai macam penyesuaian budaya yang ku dapatkan sedikit bahkan jauh berbeda dengan negara ku Indonesia. Budaya antri, disiplin,jujur,bahkan budaya mengucapkan selamat tidur setelah kumpul-kumpul dan berdiskusi di malam hari yang menurut kebanyakan orang itu biasa tapi bagi ku ini sangat membekas. 

Sebenarnya yang ingin ku utarakan dalam tulisan ku kali ini adalah bentuk pengalaman yang ku dapatkan dari negara Jepang. yah,,,tempat dimana seorang petugas bandara Haneda dengan cermatnya mengamati gerak-gerik ku. Awalnya sikapnya membuatku terheran bahkan bertanya-tanya dalam benak ku sendiri. Namun, pada akhirnya ku sadari bahwa ternyata mereka berbuat sedemikian rupa karena pakaian yang saat itu kugunakan termasuk aneh menurut mereka. Yaaa itu sich cuma menurut mereka, tpi menurut saya dan setiap kaum muslimin berpenampilan seperti itu merupakan sebuah identitas bagi kami para muslimah khususnya.

Dan tau tidak apa yang membuat ku semakin menjadi sorotan setiap petugas bandara yang melihat ku,,,hmmm kebetulan pada saat itu sudah masuk waktu magrib untuk wilayah Jepang. Tentunya sebagai ummat muslim yang tau betul akan kewajiban kita untuk senantiasa melaksanakan kewajiban kita untuk beribadah (sholat), membuat ku bergegas mengatur dan mengambil tempat yang pas untuk sholat. Dan ternyata hal ini membuat mereka semakin aneh dan terus memperhatikan gerak-gerik ku. Hal ini terbukti ketika selesai salam, kudapati wajah para petugas keamanan bandara berbisik-bisik sembari memperhatikan keanehan apalagi yang bakal ku lakukan . Eitssstapi inngat aneh bagi mereka karena mereka tidak terlalu tau atau bahkan tidak sama sekali tau tentang ISLAM. 

Sepercik pengalaman yang ku dapatkan selama berada di negeri sakura itu, membuat ku semakin tau bahwa identitas sebagai seorang muslim itu mesti dipertahankan dimana pun kita berada. Saya tak mampu menimpali bahwa selama disana saya sangat kesulitan untuk mendapatkan tempat yang pas untuk sholat, jangankan mendapat tempat yang pas untuk sholat mendengar adzan pun tak pernah ku dapati selama disana terkecuali pada saat lagi internetan dan dengar pengingat waktu shalat dari aplikasi di HP ku. MasyaAllah begitu banyak cara yang Allah berikan terhadap hambaNya untuk bisa mengetahui seberapa taat kah hambaNya dalam bertauhid atasNya. Satu yang ku titipkan 

___Jangan menjadikan keasingan sebagai alasan bagi dirimu untuk melonggarkan setiap konsekwensi dari buah Syahadat
 أَشْهَدُ ألا إله الا الله و أشْهَدُ ان مُحَمدا رَسُوْل الله yang terpatri dalam iman mu. Tak peduli seberapa sukar engkau mendapatkan tempat sholat, tak peduli seberapa jenuh engkau memakan makanan yang sama dalam jangka waktu yang lama demi menjaga perut mu dari makanan haram, tak peduli seberapa ribet dan panasnya engkau berhijab syar'i di tengah-tengah orang yang memandang mu aneh, tak peduli seketat apa mereka mengamatimu lantaran disangka teroris. Ketahuilah Allah tentu punya cara tersendiri menilai diri hamba-hambaNya______

بَدَأَ الإِسلامُ غريبًا، وسَيَعُودُ غريبًا كما بدَأَ ، فطُوبَى للغرباءِءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing”. (HR. Muslim)

Senin, 15 April 2013

WANITA TERINDAH

Kala ketika ku sedang terpuruk uluran tangan mu datang meraih ku sembari berkata
"inilah hidup yang sebenarnya,,,,"
dan ketika ku hampir terjatuh dalam lembah keputus asaan dia selalu berkata,
"inilah hidup dan kamu jangan menyerah!!!!"

kepanikan serta ketakutan yang datang terkadang membuatku harus bercerita banyak pada nya
tentang hidup,tentang cinta,tentang masalah yang mrundung pilu hati ku. Dia sungguh sesosok wanita super
yang dianugrahkan Allah kepadaku,,,kasih sayang,cinta dan semnagt darinya terkadang membuat ku meneteskan air mata.

sungguh ini bukan air mata kesedihan melainkan air mata
keharuan atas keikhlasan yang tulus datang dari hatinya,,,
terkadang pikiran ini merajut akankah ku bisa membahagiakannya?
akankah diri ini mampu menjadi kebanggaannya?
Akankah ku bisa memegang amanatx untuk slalu m'jga diri?
atau akankah ku mampu selalu membuatnya tersenyum
dan melihat senyuman senja diwajahnya,,,

betul,dia adalah sesosok wanita sederhana pendamping
pria sederhana n penyabar dalam hidup ku,,,
kesederhanaan mereka untuk ku menandakan
keikhlasan kasih sayang yang tercurah untuk,,,
kesederhanaan yang mereka ajarkan untuk
ku membuat ku mampu berdiri diatas masalah yang menghampiri,,
membuat ku mampu mengerti arti hidup dan ketegaran yang sebenarnya,,,